BOSE : BAOMONG SEPUTAR PRODI (Kuliah Umum Prodi Manajemen) “ GREEN FINANCING “

Prodi Manajemen FEB Undana kembali mengadakan kuliah umum yang dikemas dalam kegiatan BOSE (Baomong Seputar Ekonomi) dengan mengangkat tema Green Financing, Jumat 16 Juli 2021. Green Financing adalah salah satu bagian dari kebijakan Green Economy (Ekonomi Hijau) yang mengusung konsep pendanaan yang dikhususkan bagi usaha atau investasi yang memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan demi terciptanya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan secara daring menggunakan Zoom Meeting dengan menghadirkan pembicara Dr. Linna Ismiwati,SE,M.Si dari Unikom Bandung dan Ibu Rumiris E.S Sitorus dari Bank BNI Cabang Kupang.

Dr. Linna dalam materinya menyampaikan bahwa skema green financing memotivasi para pengusaha untuk menerapkan indikator green industry berupa reduce, reuse dan recycle pada usaha mereka. Adapun, Sumber dana green financing antara lain Green Bonds atau Green Sukuk, ICCTF (Indonesian Climate Change Trust Fund), BPDLH (Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup), GEF (Global Environment Facility), dan AF (Adaption Fund). Ketua Program Studi Manajemen Unikom Bandung ini menambahkan target utama green financing adalah meningkatkan aliran dana dari sektor keuangan (perbankan, kredit mikro, asuransi maupun investasi) kepada sektor publik, swasta dan nirlaba dengan skala prioritas pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Namun dalam pelaksanaannya masih saja ada hambatan atau kendala. Diantaranya adalah green sukuk masih belum dikenal luas oleh stakeholders kementerian keuangan, persyaratan kelayakan dan prosedur yang rumit, persyaratan rating kredit yang tinggi, dan kurangnya kesadaran dari pelaku usaha terhadap Green Industry.

Lebih lanjut, dari pihak perbankan yaitu dari BNI, Ibu Rumiris E.S Sitorus mengatakan bahwa BNI telah menerapkan konsep Green Financing dengan berdasarkan pada Peraturan OJK No 51 tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan. Hal ini dimaksudkan adanya dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan menyelaraskan kepentingan Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Hidup. Dukungan ini terwujud dalam empat (4) hal wajib yang dilakukan yaitu Wajib implementasi keuangan berkelanjutan, wajib meyusun rencana aksi keuangan berkelanjutan, wajib menyusun laporan keberlanjutan, dan wajib mengalokasikan dana TJSL. Wakil Pimpinan Bidang Pemasaran Bisnis BNI Cabang Kupang ini menambahkan bahwa implementasi green financing yang dilakukan BNI antara lain dengan memberikan bantuan berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat) bagi UMKM yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan, pemberian dana sosial melalui kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) dan kegiatan peduli lingkungan. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Bapak Sapta Parestu Rohi, Putra NTT yang saat ini menjadi Pimpinan Cabang BNI Kupang.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FEB Undana, Ibu Christien C. Foenay,ST,SE,M.Si dan di tutup oleh Kepala Lab Komputer Undana FEB, Anton E. L. Nyoko, ST, MMT. Kegiatan yang dimoderatori oleh Yuri S. Fa’ah, S.Sos, MM ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen prodi Manajemen FEB Undana, Pimpinan Fakultas, Pimpinan Prodi Manajemen, serta pimpinan cabang dan staf BNI yang ada di NTT (*/YD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *