FEB Undana Gelar Seminar Nasional dan ‘Call for Papers’

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar seminar nasional (semnas) dan call for papers dengan tajuk Digitalisasi dan Pemulihan Ekonomi. Forum yang dihelat secara hybrid; daring dan luring tersebut digelar di Hotel Neo Aston, Kamis (25/11/2020).

Seminar yang dimoderatori Dosen Fakultas Pertanian Undana, Ir. Marthen Pellokila, Ph. D tersebut dihadiri tiga pembicara kunci masing-masing Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D, Dr. Mastura Ma’in (Dosen Universitas Teknologi MARA-Malaysia) dan Sri Fitriani (Deputi Akademi Makro Ekonomi Moneter BI Institut). Hadir pula Dekan FEB Undana, Christien C. Foenay, ST., SE., M.Si, WD I FEB Dr. Rolland E. Fanggidae, MM, WD II FEB Dr. Paulina Y Amtiran, SE., MM, para Kaprodi dan Sekretaris Prodi di lingkungan FEB Undana, seluruh dosen FEB dan sejumlah mahasiswa fakultas tersebut.

Ketua Panitia Kegiatan Nikson Tameno, SE., M. Si dalam laporannya meyatakan, semnas dan call for papers tersebut bertujuan untuk memublikasi hasil kajian tentang digitalisasi ekonomi, memublikasikan rencana aksi penguatan dan pemulihan ekonomi, berbagi pengetahuan berupa paparan yang terkait dengan digitalisasi dan pemulihan ekonomi, serta mendorong riset digital ekonomi dan pemulihan ekonomi.

Nikson menjelaskan, saat ini pemerintah berupaya melakukan transformasi digital sebagai wujud dari pemulihan ekonomi pada pasca pandemic dengan memberikan kontribusi tambahan terhadap pertumbuhan PDB sebesar 1 % per tahun sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan. Dengan transformasi digital, kata dia, bisa mendorong beberapa sektor, salah satunya adalah UMKM untu mengekspansi pasar yang lebih luas. Menurutnya, transformasi ekonomi melalui integrasi dapat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan visi Indonesia di tahun 2045.

Dikatakan, momentum percepatan digitalisasi harus diikuti dengan upaya membangun ekosistem keuangan yang kuat, bertangungjawab dan berkelanjutan. “Digitalisasi ekonomi terbukti telah membawa bebagai perubahan dan telah menjadi fenomena baru yang semakin memiliki peran strategis dalam perkembangan ekonomi global, yang bisa membeikan manfaat ekonomi yang besar bagi ekomoni satu bangsa,” paparnya.

Ia menambahkan, pilihan tersebut merupakan strategi perkembangan ekonomi yang tepat yang perlu didukung oleh para pemangku kepentingan. “Mengingat potensi demografi yang kita miliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dapat diikuti dengan komitmen yang kuat untuk mempersiapkan SDM yang handal melalui perbaikan kurikuluk, vokasi, penelitian, guna menghasilkan SDM yang handal dalam menjawab tantangan menangkap peluang ekonomi digital,” jelas Dosen FEB Undana itu.

Ia memaparkan, potensi besar yang dimiliki Indonesia, serta perkembangan yang menggembirakan dari ekonomi digital sebagai penopang UMKM di Indonesia, maka ekonomi digital akan menjadi wajah baru ekonomi Indonesia, yang mempu mendukung pemulihan ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menumbuhkan ekonomi kelompok masyarakat yang terpuruk akibat pandemi covid-19.

Sementara Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D ketika membuka kegiatan tersebut meyatakan, pihaknya tetap bertanggungjawab melaksakanan tugas dan pengabdian hingga akhir masa jabatan hingga tanggal 5 Desember mendatang. Pihaknya mengapresias semnas dan call for papers yang dilakukan FEB Undana. Pasalnya, apa yang dilakukan itu merupakan upaya tepat untuk memulihkan ekonomi pada masa – pasca pandemic covid-19.

Rektor yang baru saja mendapat penghargaan sebagai Tokoh Lahan Kering di Indonesia itu juga menyampaikan terima kasih kepada dua narasumber lainnya yang sudah bersedia berbagi ilmu pengetahuan.
Menurutnya, kesenjangan pembangunan menjadi pemicu laju pertumbuhan ekonomi antar wilayah di Indonesia, khususnya Indonesia timur dengan wilayah barat. Karena itu, butuh kebijakan yang responsif dan kesetaraan pembangunan di setiap wilayah.

Usai semnas, pada kesempatan itu juga sebanyak 23 paper dari narasumber baik dosen dan mahasiswa FEB Undana dipaparkan masing-masing, selama 10 menit dan direview selama 10 menit. Untuk diketahui, sebanyak tiga orang reviewer dalam call for papers kali ini yakni Firmansyah, SE., M. Si., Ph. D, Dr. Roy Nendisa, MP dan Dr. Apriana H. J. Fanggidae, SE., M. Si. (rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »