Perry Warjiyo Lantik Pengurus ISEI Cabang Kupang Masa Bakti 2022-2025

KUPANG, JUMAT, 8 JULI 2022-Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) Pusat, Dr. Perry Warjiyo melantik dan mengukuhkan pengurus ISEI Cabang Kupang masa bakti 2022-2025.
Selain pengurus ISEI Kupang, Perry yang juga Gubernur Bank Indonesia (BI) disaat yang bersamaan melantik 15 pengurus ISEI lainnya, diantara pengurus ISEI Cabang Ambon, Bandung, Batam, Jambi, Jember, Kendari, Lampung, dan Makassar. Kemudian, pengurus ISEI Cabang Manado, Medan, Papua, Purwokerto, Samarinda, Tasikmalaya, dan Ternate.
Acara pelantikan itu berlangsung secara daring, Jumat (8/7/2022) petang. Pengurus ISEI Cabang Kupang mengikuti prosesi pelantikan itu secara langsung dari aula Nembrala, di Lantai 3 Gedung BI Perwakikan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jl. El Tari, Kelurahan Oebobo. Hadir juga dalam pelantikan pengurus ISEI Cabang Kupang, para Dewan Penasehat, diantaranya Kepala BI Perwakilan NTT yang diwakili Deputi Kepala BI, Daniel Agus Prasetyo, pimpinan OJK NTT, dan pejabat dari Kanwil DJPb, serta Dewan Pelindung, seperti Christofel Liyanto, Thomas Ola Langoday, dan lainnya.
Seremoni pelantikan itu didahului dengan pembacaan petikan Surat Keputusan (SK) PP ISEI yang dilakukan secara bergantian oleh tiga koordinator wilayah ISEI, didahului Koordinator Wilayah Timur, Dr. Sultan Suhab, lalu Dr. Eko Purwanto (Koordinator ISEI Wilayah Tengah), dan Dr. Retno A. Ekoputri selaku Koordinator ISEI Wilayah Barat.
Usai pembacaan petikan SK PP ISEI, dilanjutkan dengan pelantikan secara daring oleh Ketua Umum, Perry Warjiyo. Usai membacakan naskah pelantikan, kepada 16 pengurus ISEI cabang yang dilantik, termasuk ISEI Kupang, Perry menitipkan pesan agar para pengurus yang telah dilantik dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Kami percaya bahwa saudara-saudara yang baru dilantik ini akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ungkap Perry

penandatanganan naskah pelantikan Ketua ISEI Cabang Kupang, Dr. Anthon S. Y. Kerihi

Selanjutnya dilakukan penandatanganan naskah pelantikan oleh 16 Ketua ISEI Cabang, dimana Ketua ISEI Cabang Kupang, Dr. Anthon S. Y. Kerihi usai menandatangi naskah pelantikan itu langsung memperlihatkan ke kamera untuk memastikan keabsahannya.
Usai seremoni pelantikan, acara berikutnya adalah kuliah umum dengan topik, “Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Momentum Pemulihan Ekonomi yang Inklusif di Era Digital”.
Dalam kuliah umum yang dipandu oleh Dr. Retno A. Ekaputri (Korwil Barat) itu, Perry Warjiyo memulai paparannya dengan mengatakan bahwa ISEI saat ini semakin ABG karena komposisi strukturnya diwarnai dengan akademisi, businessman, dan government.
Dengan komposisi ini, Perry mengajak seluruh pengurus ISEI untuk membantu dan mendukung pemilihan ekonomi di tengah masyarakat. “Mari kita perkuat sinergi, optimistis, dan inovatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih maju lagi,” ajak Perry.
Perry mengatakan, perekonomian global terus diwarnai dengan meningkatnya inflasi di tengah pertumbuhan yang diprakirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Perekonomian domestik diprakirakan terus melanjutkan perbaikan seiring dengan peningkatan permintaan domestik didukung oleh peningkatan mobilitas, sumber pembiayaan, dan aktivitas dunia usaha, di tengah tetap positifnya kinerja ekspor.
Dengan perkembangan tersebut, kata Perry, pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5 – 5,3 persen. Sementara itu, inflasi domestik meningkat karena tingginya tekanan sisi penawaran seiring dengan kenaikan harga komoditas dunia.

15 pengurus ISEI lainnya, diantara pengurus ISEI Cabang Ambon, Bandung, Batam, Jambi, Jember, Kendari, Lampung, dan Makassar. Kemudian, pengurus ISEI Cabang Manado, Medan, Papua, Purwokerto, Samarinda, Tasikmalaya, dan Ternate.

Terkait hal tersebut, lanjut Perry, BI mengeluarkan bauran kebijakan disinergikan dengan kebijakan nasional yang diperkuat dengan akselerasi vaksinasi sebagai prasyarat serta reformasi sektor riil, stimulus kebijakan fiskal dan moneter, peningkatan kredit/pembiayaan, digitalisasi, serta ekonomi-keuangan inklusif dan hijau untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Perry menyebutkan, kebijakan moneter akan lebih diarahkan untuk menjaga stabiltas (pro-stability), sementara kebijakan makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta pengembangan UMKM, dan ekonomi syariah tetap untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-growth).
Perry dalam kesempatan itu juga menyampaikan tiga kekuatan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional yang inklusi di era digital saat itu. Tiga kekuatan yang dimaksudkan Perry adalah konviden, sinergi, dan inovasi.
Dari tiga kekuatan tersebut, Perry kemudian mengurai lagi dengan menyampaikan tiga kunci pemberdayaan ekonomi Indonesia. Pertama, pemberdayaan kelompok, yakni memberdayakan kelompok di sektor pertanian, kelompok sadar wisata (darwis), atau komunitas agama. “Ini penting. Kita tidak bisa majukan usaha secara individu. Dengan kelompok akan makin kompetitif dan lebih efisien, sebab untuk akses perbankan tidak bisa individu, tapi diajukan secara kelompok akan lebih efisien,” jelas Perry.
Kedua, lanjut Perry, adalah memberi dengan kemampuan wirausahanya. Artinya beri kail ke UMKM bukan memberi ikannya. “Ini ISEI bisa berperan karena BI membutuhkan tenaga-tenaga untuk bantu mendidik wirausaha-wirausaha, apakah itu dibidang produksi, pemasaran, keuangan, akuntansi, dan digital,” tuturnya.
Kunci ketiga, kata Perry, adalah masukkan aspek-aspek digital. Di sektor pertanian, pengairan sudah bisa pakai sistem digital. Di kantor-kantor cabang BI di seluruh Indonesia, aspek digital ini yang sedang didorong. “Bagaimana kita terus kembangkan ekonomi agar pendapatan naik. Bantu penyaluran-penyaluran sosial secara elektronisasi,” tutur Perry.
Perry dalam kuliah umum itu juga mengaku sering dikirim kopi oleh kepala-kepala perwakilan BI di Indonesia. Ternyata, kopi-kopi di Indonesia sangat potensial dan luar biasa. Dengan potensi yang ada, Perry mengaku telah meminta kantor perwakilan BI di Indonesia untuk bantu mendorong potensi itu agar kopi-kopi di Indonesia tidak saja dibina untuk produksi, tapi bagaimana membuat hasil produksi kopi ini makin bernilai.
“Misalnya dengan melatih barista dari anak-anak muda kita untuk bisa buka kafe-kafe kopi di daerahnya. Intinya, bagaimana memciptakan nilai tambah dari produk kopi itu. Ini pendekatan nilai tambah untuk tingkatkan nilai tambah ekonomi di daerah,” tandas Perry.
Sementara itu, Ketua ISEI Cabang Kupang, Anthon S. Y. Kerihi dalam sambutannya menyatakan akan membenahi apa yang sudah dibuat para senior, dan membangun sinergi dengan kalangan akademisi. “Kedepan kita akan bangun komisariat ISEI di setiap Fakultas Ekonomi untuk wadahi para alumni SE,” ungkap Anthon.
Anthon mengaku bersama seluruh pengurus akan bekerja keras agar ISEI Kupang tidak vakum, tapi hadir memberi kontribusi bagi pembangunan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Saya tentu tidak bisa maju sendiri, tapi mari kita bekerjasama ke depan, manfaatkan nama besar ISEI ini untuk berperan membangun ekonomi NTT menjadi lebih baik,” harap Anthon.
Bank Indonesia Target 344 Ribu Pengguna QRIS di NTT

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Daniel Agus Prasetyo dalam sambutannya mengatakan, dengan hadirnya pengurus baru ISEI Cabang Kupang, diharapkan bisa bersinergi dan berkontribusi bersama-sama. “Ada banyak hal yang bisa dikolaborasikan. BI di daerah punya sejumlah fungsi, antara lain, merumuskan kebijakan ekonomi dan keuangan daerah (Kekda). Ini butuh bahan pikiran dan analisa, karena itu, ISEI di sini bisa berperan sabaig advisory bagi Pemda. ISEI bisa ikut meramu lewat penelitian-penelitian,” kata Daniel.
Selanjutnya, kata Daniel, adalah implementasi Kekda itu sendiri. Bagaimana menjaga inflasi, bagaimana membangun UKM-UKM, dan lain-lain. Fungsi berikutinya mengatur terkait sistem pembayaran. Bagaimana distribusi uang, bagaimana warga dapat uang yang layak edar dan tepat jumlah. Bagaimana masyarakat mengenal uang rupiah, juga pembayaran tunai dan non tunai terkait digitalisasi.
“Bank Indonesia terus meningkatkan digitalisasi sistem pembayaran, sebab sistem ini mendukung peningkatan transparansi, pembayarannya cepat, mudah, dan murah,” jelas Daniel.
Terkait digitalisasi sistem pembayaran, kata Daniel, BI mengembangkan standardisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Dari standardidasi itu, lahirlah yang namanya QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard.
Menurut Daniel, Bank Indonesia mengeluarkan QRIS ini karena sebelumnya, jika ada pembayaran menggunakan aplikasi A harus scan QR dari A, kalau beda maka tidak bisa bayar. “Sehingga Bank Indonesia menetapkan sebuah standar supaya cukup menggunakan satu QR, semua aplikasi bisa bayar. Artinya anti ribet,” kata Daniel.
Daniel menyatakan bahwa digitalisasi sistem pembayaran dilakukan karena dengan sistem ini dapat memberi berbagai manfaat. Diantaranya, adanya peningkatan transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah, mendorong peningkatan efektifitas dan efisiensi ekonomi. Manfaat berikutnya adalah peningkatan keuangan inklusif, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui ekonomi digital.
Terkait sistem pembayaran digital, lanjut Daniel, saat ini di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah ada 34 ribu pengguna QRIS. Jumlah ini, kata Daniel, sebenarnya masih jauh dari target, dimana tahun ini, NTT ditargetkan harus ada 344 ribu pengguna QRIS.
“NTT itu ditargetkan 344 ribu pengguna QRIS, sekarang baru 34 ribu pengguna. Bagaimana kita tingkatkan ini? Karena itu, bersama ISEI, mari kita bersama mewujudkan target ini,” ajak Daniel.
Guna mewujudkan target pengguna QRIS di NTT, Daniel mengajak pengurus ISEI untuk bersama-sama Bank Indonesia melakukan sosialisasi ke kampus-kampus, ke berbagai kalangan, dan lain-lain. Pasalnya, untuk mengajak para pengguna perlu perubahan mindset atau pola pikir terhadap sesuatu hal yang bersifat inovatif.
Acara pelantikan itu diakhiri dengan sesi foto bersama Pengurus ISEI Cabang Kupang, Dewan Penasehat, dan Dewan Pelindung. (VFP)

Pengurus ISSE cabang Kupang Berpose Bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »