Prodi Manajemen FEB Undana Tuan Rumah Sidang Pleno APSMBI dan Seminar SAME

Universitas Nusa Cendana (Undana), khususnya Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), menjadi tuan rumah Sidang Pleno Asosiasi Program Studi Manajemen Bisnis Indonesia (APSMBI) dan Seminar Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi  (SAME) 4. Kegiatan yang dilaksanakan dengan tema Tantangan Digitalisasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menuju New Society 5.0 tersebut berlangsung di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Selasa (15/3) hingga Rabu (16/3/2022).

Ketua Panitia, Ronald P. C. Fanggidae, SE., MM dalam laporannya menyatakan latar belakang pemilihan tema tersebut berangkat dari suatu pemikiran bahwa semakin pesatnya pertumbuhan pariwisata di Indonesia dan Teknologi di abad-21 akan turut melahirkan perubahan ataupun pembaharuan di berbagai bidang kehidupan, tidak terkecuali bidang ekonomi. Oleh karena itu, seminar tersebut untuk mempersiapkan digitalisasi dalam pariwisata dan ekonomi kreatif menuju New Society 5.0.

“Kegiatan ini memanggil kita semua untuk bersama-sama mengkaji berbagai manfaat pariwisata yang memiliki kontribusi yang begitu besar dalam perekonomian Indonesia selama ini, yang telah tumbuh dan tampaknya sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” paparnya.

Ia menyebut, pengambilan tempat di Labuan Bajo bukan tanpa alasan, tapi Labuan Bajo sendiri sebagai tempat destinasi wisata yang cukup menarik minat wisatawan dan juga sebagai wujud nyata terjadinya ekonomi di kalangan masyarakat.

Diharapkan Sidang Pleno dan Seminar tersebut akan menghasilkan upaya dalam menjawab Tantangan Digitalisasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk tercapainya New Society 5.0. 

Rektor, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc memberi cinderamata kepada Ketua APBSMI, Dr. Ulil, Hartono, SE., M. Si dan Sekda Mabar Fransiskus Sale Sodo usai membuka sidang pleno APBSMI dan seminar SAME di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, Selasa (15/3/2022) pagi.

Ketua APBSMI, Dr. Ulil, Hartono, SE., M. Si menyatakan sebelumnya sidang tersebut telah dilakukan pra pleno atas sidang tersebut. Para pleno 1, 2 dan 3 hanya untuk Prodi S-1 manajemen standar. “Sehingga ketika dalam proses akreditasi, jika terdapat pertanyaan, apakah kurikulum kita berbasis standar asosiasi, maka kegiatan ini akan menjawab pertanyaan tersebut,” ujarnya.

Ia menyatakan kehadiran peserta pada kegiatan tersebut sebut tidak kurang dari 170-an orang. Menurutnya, hal tersebut menjadi manfaat terbesar bagi Otoritas Pariwisata Labuan Bajo.Untuk itu, ia mengajak semua peserta agar mempromosikan wisata Labuan Bajo, NTT. “Jangan hanya Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno yang mempromosikan pariwisata, tetapi kita pun punya kontribusi untuk mempromosikan wisata di Indonesia. Semoga acara ini bermanfaat hingga akhir acara,” tutupnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sale Sodo menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Prodi Manajemen FEB Undana. Sebab, kegiatan tersebut menurutnya akan mengundang banyak wisatawan ke Labuan Baju. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor dan seluruh civitas akademika Undana dan peserta Sidang Pleno APSMBI dan Seminar SAME 2022.

“Selamat datang kepada rektor dan seluruh undangan, karena selama pandemi kurang lebih 2 tahun, kami belum melihat peserta hadir dalam jumlah banyak dalam kegiatan seminar dan sebagainya, karena seluruh aktivitas kami lumpuh,” ujarnya. Kendati demikian, pihaknya optimis, sebab Pemerintah Indonesia saat ini mengizinkan sebanyak 23 negara untuk mengunjungi Labuan Bajo.

Hal tersebut menurutnya menjadi tantangan bagi Pemda Manggarai Barat untuk meningkatkan pelayanan dalam industry pariwisata, terkait kebersihan, kenyamanan hingga ketersediaan fasilitas. Ia menambahkan bahwa komitmen Pemda Mangggarai Barat saat ini adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pariwisata, sebab saat ini Pempus sudah menyiapkan infrastruktur wisata berskala premium. “Terkait dengan society 5.0, kami juga berharap bagaimana digitalisasi bisa ikut bisa membangun kehidupan (ekonomi dan pariwisata) menjadi lebih baik. Ini jadi tantangan bagi kami,” pungkasnya.

Sementara Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc ketika membuka kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut. Ia menyatakan, Pemprov NTT sebelumnya telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover (penggerak utama) pembangunan ekonomi di NTT, karena sumber daya lokal yang dimiliki, baik wisata alam, budaya, bahari dan lainnya yang luar biasa.

Rektor mengungkapkan, di tengah stigma NTT sebagai provinsi miskin dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada di bawah adalah tantangan bagaimana agar keluar dari stigma tersebut. Karena itu, ia menambahkan pariwisata menjadi lokomotif utama untuk membebaskan masyarakat NTT dari keterpurukan ekonomi maupun SDM.

Kata kunci kedua, yakni digitalisasi, jelas Rektor Undana menjadi penting di era revolusi industry 4.0., sebab di satu sisi membawa kemudahan bagi dukungan wisata, namun pada sisi yang lain menurunkan tenaga kerja. “Dulu banyak agent travel, sekarang dengan menekan aplikasi saja, sudah bisa pesan tiket saat itu juga,” ujarnya.

Berkaca pada Negara Jepang, Rektor menegaskan populasi tinggi yang didominasi orangtua, Jepang kemudian mengembangkan industri yang bisa mendukung kehidupan yang lebih sejahtera dan nyaman. Namun, hal tersebut berbeda dengan Indonesia. Dengan bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia muda jauh lebih tinggi dari Indonesia.

Jepang dengan aging population ingin kembangkan industri yang bisa mendukung kehidupan lebih sejahtera lebih nyaman bagi masyarakat yang didominasi orangtua. Makanya kembangkan konsep society 4.0. Kita justru terbalik bonus demografi. Jumlah penduduk usia muda jauh lebih tinggi 60 persen sampai 245, peran digitalisasi jangan sampai menyebabkan banyak orang kehilangan lapangan kerja.

 “Pembangunan apa saja harus dimulai dari manusia, pariwisata dalam segala kemajuan harus berpihak pada masyarakat lokal. Apa gunanya kemajuannya apabila masyarakat jadi penonton. Kalau masyarakat jadi penonton, berapa banyak rupiah dipegang masyarakat lokal kita?” tandas Rektor sembari mengajak pemerintah dan para akademisi untuk memikirkan konsep digital seperti apa yang harus diintrodusir kepada masyarakat lokal untuk bersaing dengan para pebisnis di tengah kompetisi dunia digital dalam bidang pariwisata.

Untuk diketahui, panitia juga menghadirkan Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo sebagai pembicara utama. Kemudian juga menghadirkan 2 (dua) narasumber lainnya, yaitu: Kepala Desa Detusoko, Kabupaten Ende, Ferdianus Wadu, dan Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Shana Fatina S untuk menyampaikan.

Selain menjadi tuan rumah, ada sebanyak 12 (dua belas) Co-Host, yaitu dari: Universitas Jendral Ahmad Yani Bandung-Cimahi, Universitas IBN Khandul Bogor, Politeknik Keuangan Negara (STAN), Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Cenderawasih, Universitas Bengkulu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Jakarta, Universitas Palangka Raya, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara, Universitas Batu Raja, dan Univeristas Mataram. Dalam Sidang Pleno ini terdapat juga 65 perwakilan Program Studi Manajemen dari Universitas-Universitas yang tersebar di seluruh Indonesia (rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *