Situs bengkulu cyber team bengkulu cyber teambengkulu cyber team

Undana Berperan Siapkan Generasi Emas 2045

Universitas Nusa Cendana (Undana) tanggal 1 September 2022, genap berusia 60 tahun. Dengan usia yang kian matang, Undana dituntut berperan dalam mempersiapkan wisudawan/ti maupun mahasiswa agar menjadi generasi emas pada tahun 2045 atau tepat pada 100 tahun Indonesia.

Demikian sari orasi Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti, Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T yang disampaikan secara daring pada wisuda magister, profesi dan sarjana yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-60 dan Lustrum ke XII Undana, yang dilaksanakan di Gedung Graha Cendana, Kamis (1/9/2022).

Untuk mewujudkan generasi emas tahun 2045 mendatang, Sri Gunani menyebut, beberapa hal yang terus dilakukan Kemendikbudristek dalam mendukung Perguruan Tinggi adalah penguatan kelembagaan pendidikan tinggi, perwujudan diferensiasi misi, baik dalam hal riset, pendidikan, maupun pengabdian pada masyarakat. Dan, upaya pembiayaan yang memadai, dan peningkatan efektivitas dalam menghasilkan karya-karya inovatif dari Perguruan Tinggi.

Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti, Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T ketika menyampaikan orasi secara daring pada wisuda magister, profesi dan sarjana yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-60 dan Lustrum ke XII Undana yang dilaksanakan di Gedung Graha Cendana, Kamis (1/9/2022).

Kemudian peningkatan kualitas lulusan melalui pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masa depan juga ikut dilakukan. Selain itu, ungkap Sri Gunani, program-program kemitraan dengan industri, dan penguatan keterampilan bagi mahasiswa baik secara generik maupun keterampilan khusus pun terus dilakukan.

“Tantangan paling (besar) yang kita hadapi adalah, kita masuk dalam society dan industri 4.0, di mana pada masa ini diperlukan generasi-generasi unggul yang smart, yang harus belajar dengan cepat untuk bisa menyesuaikan tantangan peradaban. Salah satunya kemampuan literasi, numerical, digitalisasi dan kemampuan soft skill, diantaranya kemampuan berpikir kritis, berpikir sistematis, leadership, dan juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Itu adalah beberapa hal yang dapat dibangun dan juga dihadapi oleh adik (wisudwan/ti dan mahasiswa Undana) ke ke depan,” beber Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti secara daring langsung dari Jakarta.

Meski demikian, Sri Gunani meminta wisudawan/ti maupun mahasiswa Undana agar tidak perlu khawatir. Sebab, dalam survei yang dilakukan Kemendikbudristek, menunjukkan bahwa umumnya generasi muda saat ini menganggap bahwa tantangan era society dan industri 4.0 sebagai peluang. “Jadi, milenial berpendapat bahwa teknologi dapat menciptakan lapangan kerja. Sebanyak 78 persen responden generasi muda/milenial mengatakan ini (sebagai peluang). Ini hal positif karena lulusan saat ini sudah menyadari tantangan ke depan, dan menganggap bahwa situasi saat ini harus dihadapi,” tuturnya.

Wisudawan/ti Undana saat mengucapkan janji alumni pada wisuda magister, sarjana, dan profesi yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-60 dan Lustrum ke XII Undana di Gedung Graha Cendana, Kamis (1/9/2022).

Untuk itu, lanjut Sri Gunani, butuh kesiapan yang mana Ditjen Dikti terus berupaya menciptakan sistem pendidikan berkualitas, sehingga dapat menghantarkan para wisudawan maupun mahasiswa Undana untuk menghadapi kondisi ke depan melalui berbagai upaya.

Menurutnya, saat ini pendidikan bisa dilakukan di mana pun. Oleh karena itu, perubahan-perubahan memang harus dilakukan kepada para mahasiswa, termasuk melalui pembelajaran online dengan lebih baik. Pihaknya yakin bahwa digitalisasi pendidikan jarak jauh masih tetap relevan digunakan, sehingga pembelajaran secara hibrid (online dan offline) tetap dilakukan. Sedangkan pendekatan student center, cooperation dan lainnya akan menjadi bagian untuk mengisi sistem pembelajaran ke depan.

“Kami terus akan melakukan transformasi pendidikan tinggi melalui MBKM, yang diyakini akan membangun kompetensi, komprehensif kepada mahasiswa melalui berbagai program yang ditawarkan. Kami harapkan akan menghadirkan lulusan dengan hard skill dan soft skill, dan ada life long learning, networking, experience, serta portofolio dari mahasiswa juga akan lengkap. Sehingga apa pun posisi adik-adik nantinya baik sebagai profesional, enterpreuner, sosiopreuner, scientist ataupun politisi, akan menjadi SDM unggul yang mampu membangun bangsa melalui setiap bidang yang adik-adik (wisudawan) isi,” ungkapnya penuh optimis.

Salah satunya, sambung Sri Gunani, melalui MBKM yang sudah dilakukan Kemendikbudristek melalui berbagai kebijakan, termasuk dalam hal pembukaan Program Studi (Prodi) baru yang relevan dengan perkembangan ke depan. Kemudian sistem akreditasi yang terus diperbaiki.

Selain itu, peluang untuk mendukung Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), guna memberi otonomi yang lebih baik di dalam akademik maupun non akademik juga tetap dilakukan. Hal ini agar proses manajemen bisa berjalan efektif dan efisien. Oleh karena itu, untuk mewujudkan Indonesia maju tahun 2045, pihaknya berharap Perguruan Tinggi, termasuk Undana untuk terus membangun dan menciptakan ekosistem yang mendukung suasana belajar yang aman, dan nyaman bagi mahasiswa. (rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs bengkulu cyber team bengkulu cyber teambengkulu cyber team
Translate »